🇮🇷Berbeda dengan negara negara lain di Timur Tengah seperti Tunisia, Mesir, dan Suriah—yang para pemimpinnya berhasil digulingkan—Iran dinilai lebih mampu bertahan dari guncangan eksternal karena aparat keamanannya digerakkan oleh ideologi.
Alih alih beroperasi sebagai kediktatoran konvensional yang terpusat pada satu tokoh, Iran memiliki apa yang disebut sebagai "polidiktator"—sebuah "aliansi antara pendukung Islam politik dan nasionalisme Iran yang kuat," kata pengamat.
Kekuasaan tersebar di berbagai pusat—lembaga keulamaan, militer, hingga sektor ekonomi berskala besar—sehingga sistem tersebut jauh lebih sulit digulingkan dibandingkan kediktatoran yang bertumpu pada satu pemimpin.
https://www.bbc.com/indonesia/articles/c20l0w1epwwo?at_campaign=ws_whatsapp